Mandala Suci Wenara Wana (Sacred Monkey Forest Sanctuary) sebagai Model Pariwisata Berkelanjutan: Kajian Penerapan Tri Hita Karana, Kesejahteraan Satwa dan Pelestarian Nilai Budaya Lokal di Desa Padangtegal Ubud Bali

Authors

  • Ida Ayu Karina Putri Universitas Triatma Mulya Author
  • I Putu Tiana Raditya Universitas Triatma Mulya Author
  • Komang Shintiya Nita Kristiana Putri Universitas Triatma Mulya Author

DOI:

https://doi.org/10.51713/jotis.2026.61132

Keywords:

pariwisata berkelanjutan, Tri Hita Karana, kesejahteraan satwa, pelestarian budaya lokal, Mandala Suci Wenara Wana Ubud

Abstract

Pariwisata massal yang berkembang pesat di Bali menimbulkan tekanan signifikan terhadap kelestarian ekosistem dan autentisitas budaya lokal, sehingga mendorong kebutuhan akan model pariwisata yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan filosofi Tri Hita Karana dalam tata kelola kawasan, mengidentifikasi tantangan dan upaya pengelolaan kesejahteraan satwa, serta mengkaji potensi Mandala Suci Wenara Wana (Sacred Monkey Forest Sanctuary Ubud) sebagai model best practice pariwisata berkelanjutan berbasis budaya dan konservasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di Desa Padangtegal, Ubud, Bali. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap pengelola kawasan dan masyarakat lokal sebagai informan utama yang ditentukan secara purposif hingga mencapai titik jenuh data. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mandala Suci Wenara Wana telah mengimplementasikan prinsip pariwisata berkelanjutan secara terpadu melalui integrasi filosofi Tri Hita Karana sebagai kerangka normatif yang menyeimbangkan kepentingan ekologi, ekonomi, dan sosial budaya secara harmonis. Pengelolaan kesejahteraan satwa menghadapi tantangan multidimensi yang direspons melalui sistem pengelolaan komprehensif mencakup sterilisasi selektif, pemantauan kesehatan, pengayaan habitat, zonasi kawasan, dan edukasi wisatawan. Kebaruan penelitian ini menemukan bahwa efektivitas animal welfare tidak semata ditentukan oleh kapasitas teknis pengelola, melainkan juga oleh tingkat kesadaran wisatawan sebagai komponen strategis yang tidak dapat diabaikan. Mandala Suci Wenara Wana memiliki potensi kuat sebagai model best practice yang dapat diadaptasi destinasi serupa di Indonesia, dengan kearifan lokal sebagai fondasi keberlanjutan destinasi jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adityanandana, M., & Gerber, J. F. 2019. Post-growth in the Tropics? Contestations over Tri Hita Karana and a tourism megaproject in Bali. Journal of Sustainable Tourism, 27(12), 1839–1856.

Anggana, I. P. S., Mudana, I. G., Triyuni, N. N., & Sukmawati, N. M. R. 2022. Tri Hita Karana as a form of pro-environmental behavior in Bindu Traditional Village. International Journal of Green Tourism Research and Applications, 4(1), 30–37.

Asy’ari, & Dienaputra, R. D. 2021. Kajian konsep ekowisata berbasis masyarakat dalam menunjang pengembangan pariwisata: Sebuah studi literatur. Jurnal Pariwisata, 8(1), 1–12.

Beall, J. M., Boley, B. B., Landon, A. C., & Woosnam, K. M. 2021. What drives ecotourism: Environmental values or symbolic conspicuous consumption? Journal of Sustainable Tourism, 29(8), 1215–1234.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. 2018. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approach (5th ed.). SAGE Publications.

Dewi, I. G. A. M., Sudiarta, I. N., & Suardana, I. W. 2024. Pariwisata berkelanjutan: Konsep dan implementasi dalam pengelolaan destinasi wisata. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 18(1), 45–60.

Entezami, M., Mustaqqim, F., Morris, E., Lim, E. S. H., Prada, J. M., & Paramasivam, S. J. 2024. Effect of human activity and presence on the behavior of long-tailed macaques (Macaca fascicularis) in an urban tourism site in Kuala Selangor, Malaysia. Animals, 14(8), 1173.

Fennell, D. A., Coose, S., & Moorhouse, T. P. 2023. An animal welfare syllabus for wildlife tourism. Journal of Sustainable Tourism, 31(5), 1071–1089.

Fennell, D. A., Moorhouse, T. P., & Macdonald, D. W. 2023. Animal health warning labels in nature-based, ecotourism & wildlife tourism. Journal of Ecotourism, 23(4), 1–28.

Go, H., & Kang, M. 2023. Sustainable tourism and the SDGs: Aligning global development goals with tourism policy. Journal of Sustainable Tourism, 31(4), 890–907.

Guo, Y., & Fennell, D. 2024. Benchmarking giant panda welfare in tourism: A co-design approach for animals, tourists, managers, and researchers. Animals, 14(15), 2137.

Kumar, S., Dhir, A., Talwar, S., Chakraborty, D., & Kaur, P. 2024. Research on sustainability in community-based tourism: A bibliometric review and future directions. Tourism and Hospitality Research, 24(4), 1031–1051.

Moorhouse, T. P., Dahlsjø, C. A. L., Baker, S. E., D’Cruze, N. C., & Macdonald, D. W. 2015. The customer isn’t always right—Conservation and animal welfare implications of the increasing demand for wildlife tourism. PLOS ONE, 10(10), e0138939.

Picard, M. 1996. Bali: Cultural tourism and touristic culture. Archipelago Press.

Pramana, I. G. N. A., Jie, F., & Hatane, S. E. 2022. Cultural change shapes the sustainable development of religious ecotourism villages in Bali, Indonesia. Sustainability, 14(12), 7368.

Prasetyo, N., Wulandari, D., & Hermawan, H. 2023. Prinsip dan implementasi pariwisata berkelanjutan dalam konteks pembangunan daerah. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2), 210–225.

Prihadi, D. J., Shalahuddin, M. R., Novianti, E., Junirahma, N. S., Pamungkas, W., Dhahiyat, A. P., Annida, S. B., & Lahbar, G. M. 2024. The ‘Tri Hita Karana’ ecotourism approach for sustainable marine resource management and tourism in Bali. International Journal of Marine Engineering Innovation and Research, 9(4), 858–869.

Putra, I. N. D., & Hitchcock, M. 2005. Pura Besakih: A world heritage site contested. Indonesia and the Malay World, 33(96), 225–238.

Roth, R., & Sedana, G. 2015. Reframing Tri Hita Karana: From ‘Balinese culture’ to politics. The Asia Pacific Journal of Anthropology, 16(2), 157–175.

Suartha, I. D. M. 2021. Participatory communication model based on local wisdom in ecotourism of West Detusoko Village. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 6(1), 13–21.

Sugiyono. 2021. Metode penelitian kualitatif (3rd ed.). Alfabeta.

Widiastini, N. M. A., Arsa, I. K. S., Adinata, K. R. W., & Suryanto, I. G. B. 2023. Harmonization of Tri Hita Karana local value in tourism development in Sidetapa Village. International Journal of Innovation in Management, Economics and Social Sciences, 3(3), 22–30.

Widhiasthini, N. W., Yanti, N. K. W., Subawa, N. S., Baykal, E., Budiana, I. N., Utami, M. S. M., & Subanda, I. N. 2025. Pentahelix model and Tri Hita Karana for Bali sustainable tourism. Tourism Management Perspectives, 54, 1–12.

Wirawan, P. E., & Rosalina, P. D. 2024. Enhancing cultural heritage tourism through a spiritual knowledge: The implementation of Tri Hita Karana in Taro Village Gianyar Bali. Jurnal Kajian Bali, 14(1), 215–233.

Yuhan, W., & Widiastini, N. M. A. 2026. Tri Hita Karana: A holistic framework for sustainable tourism development in Bali. Jurnal Bali Membangun Bali, 7(1), 1–12.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Mandala Suci Wenara Wana (Sacred Monkey Forest Sanctuary) sebagai Model Pariwisata Berkelanjutan: Kajian Penerapan Tri Hita Karana, Kesejahteraan Satwa dan Pelestarian Nilai Budaya Lokal di Desa Padangtegal Ubud Bali. (2026). Journal of Tourism and Interdiciplinary Studies, 6(1), 687-704. https://doi.org/10.51713/jotis.2026.61132