Partisipasi Masyarakat Desa Adat Padang Luwih dalam Melestarikan Tari Sakral Sang Hyang Cengkrong di Kabupaten Badung

Authors

  • I Made Suwitra Wirya Universitas Triatma Mulya Author
  • I Gusti Agung Bagus Widiantara Universitas Triatma Mulya Author
  • I Ketut Budiasa Universitas Triatma Mulya Author
  • Ni Wayan Mekarini Universitas Triatma Mulya Author

DOI:

https://doi.org/10.51713/jotis.2026.61133

Keywords:

Partisipasi Masyarakat, Desa Adat, Pelestarian, Tari Sang Hyang Cengkrong, Tari Sakral

Abstract

Desa Adat Padang Luwih yang berada di Dalung, Badung adalah asal dari Tarian Sang Hyang Cengkrong yang sakral. Tarian ini adalah simbol Bhatara Sri dan Bhatara Sedana dan dipertunjukkan sebagai rangkaian ritual keagamaan dan pemeliharaan nilai-nilai spiritual masyarakat desa, dan juga merupakan simbol keberkahan kemakmuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlibatan masyarakat Desa Adat Padang Luwih dalam pelestarian Tarian Sakral Sang Hyang Cengkrong. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dan data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi. Tokoh adat, penari, sekaa gong, dan tokoh masyarakat dari Desa Adat Padang Luwih berperan sebagai informan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a)  partisipasi masyarakat terwujud dalam bentuk perencanaan, termasuk musyawarah adat untuk menentukan waktu pelaksanaan sesuai dengan sasih dan dewasa ayu. Partisipasi dalam pelaksanaan, termasuk keterlibatan pemangku sebagai pemimpin ritual, para pemudi sebagai penari nyalian, pemuda dari sekaa gamelan gong sebagai pengiring, dan krama desa sebagai pendukung sarana upacara; 2) Upaya pelestraian didukung faktor pendukung diantaranya regenerasi penari melalui keterlibatan pemudi dalam proses nuasen, serta pendanaan kolektif melalui dana desa adat dan punia krama. Keberadaan awig-awig adat dan rasa sakral yang mendalam terhadap tarian merupakan unsur-unsur yang mendorong partisipasi. Pelestarian terhambat oleh modernisasi dan penurunan antusiasme generasi muda. Jadi, partisipasi kolektif berbasis sistem adat menjadi kunci utama keberlangsungan Tari Sang Hyang Cengkrong di Desa Adat Padang Luwih sepanjang ada regenerasi, desa adat, dinas kebudayaan, dan lembaga pendidikan harus bekerja sama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akagawa, N., & Smith, L. 2022. Safeguarding Intangible Heritage: Practices and Politics. Routledge.

Ardana, I. K., & Suryawan, I. N. 2021. Revitalisasi Awig-Awig Desa Adat sebagai Instrumen Pelestarian Budaya di Era Digital. Jurnal Kajian Bali, 11(2), 401–422.

Cornwall, A. 2023. The Participation Reader: Reimagining Participatory Development in the 21st Century. Zed Books.

Desa Adat Padang Luwih. 2025. Laporan Festival Budaya Desa Adat Padang Luwih IV. Dokumentasi Desa Adat

Deviyanti, N. 2013. Faktor Pendukung dan Penghambat Partisipasi Masyarakat. Kencana.

Dibia, I. W. 2012. Selayang Pandang Tari Bali. ASTI Press.

Dibia, I. W. 2022. Taksu: Divine Inspiration in Balinese Performing Arts. Saritaksu.

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. 2021. Data Warisan Budaya Takbenda Bali. Disbud Bali.

Geertz, C. 1973. The Interpretation of Cultures. Basic Books.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2024. Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2024. Kemendikbudristek.

Kusumastuti, R. D. 2024. Cultural Social Capital and Community-Based Cultural Preservation in Bali. Journal of Community Development Research, 17(1), 45–62.

Madanijah, S., & Triana, V. 2007. Partisipasi Masyarakat dalam Program Kesehatan Masyarakat. UI Press

Mubyarto, 1997. Ekonomi Rakyat: Program IDT dan Demokrasi Ekonomi Indonesia. Aditya Media.

Pemerintah Provinsi Bali. 2020. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. JDIDH Bali.

Picard, M., & Putra, I. N. D. 2021. The Politics of Religion and Culture in Bali: From Ajeg Bali to Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Indonesia and the Malay World, 49 (145), 323–342.

Pretty, J., & Ward, H. 2022. Social Capital and the Environment. Annual Review of Environment and Resources, 47, 253–276.

Putra, K. W. 2020. Pelestarian Tari Sakral di Desa Adat Bayung Gede. Skripsi, Universitas Udayana.

Soekanto, S. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers.

Soini, K., & Dessein, J. 2021. Culture in, for and as Sustainable Development. Conclusions from the COST Action IS1007 Investigating Cultural Sustainability. University of Jyvaskyla.

Suartini, N. L. P., & Sedana, I. N. 2020. Eksistensi Tari Sang Hyang Cengkrong di Desa Adat Padang Luwih. Jurnal Seni Pertunjukan, 6 (1), 12–25.

Sumaryadi, I. N. 2010. Sosiologi Pemerintahan. Ghalia Indonesia.

Suryani, L. K. 2023. Kerauhan and Trance in Balinese Ritual Performance: A Neuroanthropological Perspective. Udayana University Press.

UNESCO. 2023. Basic Texts of the 2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage: 2023 Edition. UNESCO Publishing.

Warren, C. 2023. Adat and Indigeneity in Indonesia: Culture and Entitlements between Heteronomy and Self-Ascription. NUS Press.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Partisipasi Masyarakat Desa Adat Padang Luwih dalam Melestarikan Tari Sakral Sang Hyang Cengkrong di Kabupaten Badung. (2026). Journal of Tourism and Interdiciplinary Studies, 6(1), 705-715. https://doi.org/10.51713/jotis.2026.61133