Analisis Kesalahan Pelafalan Bahasa Jepang Mahasiswa Semester IV Akademi Pariwisata Denpasar
DOI:
https://doi.org/10.51713/jotis.2024.414Keywords:
Fonologi, Bahasa Jepang, Fonetik, Artikulasi, Pengucapan, Vokal, KonsonanAbstract
Penelitian ini memfokuskan bunyi-bunyi bahasa Jepang yang sulit dilafalkan oleh mahasiswa. Sebagian besar kesalahan pelafalan terjadi pada bunyi frikatif. Bunyi yang sulit dilafalkan rata-rata karena perbedaan tempat dan cara artikulasi, selain itu karena perbedaan bunyi yang memang tidak terdapat pada bunyi bahasa Indonesia. Faktor lain yang mempengaruhi kesulitan mahasiswa dalam melafalkan bunyi bahasa Jepang adalah lamanya belajar, faktor kesadaran saat melafalkan bunyi dan yang terakhir adalah kurangnya pengetahuan mengenai ilmu fonetik bahwa unsur-unsur yang sama didalam bahasa pertama dan bahasa kedua yang sedang dipelajari sangat menunjang pengajaran bahasa kedua, sebaliknya unsur-unsur formulasi ini dan dari analisis data yang telah dilakukan diatas didapatkan perbedaan-perbedaan unsur fonologi bahasa Indonesia dan bahasa Jepang yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan bagi orang Indonesia yang ingin belajar bahasa Jepang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Dari hal ini, dapat dikatakan bahwa perbedaan dalam bahasa pertama dan bahasa kedua akan menyebabkan kesulitan, sedangkan persamaan dalam bahasa pertama dan bahasa kedua akan menyebabkan kemudahan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.






